Rabu, 21 Desember 2011

promosi dalam perpustakaan


Nama : komarudin

Nim : 10422021

IAIN RADENFATAH PALEMBANG

PROMOSI DALAM PERPUSTAKAAN

A. Definisi Promosi
Promosi adalah suatu usaha dari pemasar dalam menginformasikan dan mempengaruhi orang atau pihak lain sehingga tertarik untuk melakukan transaksi atau pertukaran produk barang atau jasa yang dipasarkannya.
Komunikasi pemasaran (promosi) adalah kegiatan komunikasi yang dilakukan oleh pembeli / user dan penjual / pustakawan merupakan kegiatan yang membantu dalam pengambilan keputusan dibidang pemasaran serta mengarahkan pertukaran / menggunakan agar lebih memuaskan dengan cara menyadarkan semua pihak untuk berbuat lebih baik.
Promosi juga dapat diartikan sebagai komunikasi yang bersifat persiasif, dengan jalan mengajak, mendorong, mendesak, membujuk, atau meyakinkan konsumen, untuk melakukan pembelian suatu produk tertentu. Promosi sendiri terdiri dari bermacam-macan bentuk komunikasi, yang dilakukan untuk menyampaikan pesan, informasi dan meyakinkan calon pembeli (tamu perpustakaan).
B. Cara-cara melekukan promosi
Cara yang efektif mengenalkan jasa informasi adalah dengan cara :
  1. Melalui poster, gambar tangan atau sebaran (leaflet), untuk dipamerkan atau dipencarkan melalui berbagai cara. Karna poster merupakan sarana murah untuk menyampaikan sejumlah informasi. Poster yang dibuat perpustakaan hendaknya mencantumkan nama jasa, alamat, nomor telepon, (bilamana ada), jam buka jasa apa saja yang ditawarkan, serta ditujukan untuk siapa saja (umum). Agar lebih efektif poster didesain sebagus mungkin sehingga menarik minat untuk berkunjung keperpustakaan.
  2. Melalui pameran atau peragaan, merupakan  sarana menyampaikan informasi pada hadirin dalam jumlah besar. Melalui pameran, pustakawan berusaha menyajikan berbagai aspek jasa informasipenyajian ini sebaiknya mencakup semua jasa informasi namun dalam bahasa sederhana. Cara lain untuk menyebarkan informasi mengenai jasa perpustakaan adalah dengan ikut serta dalam pameran lain, baik stan peragaan maupun stan yang disertai pustakawan.
  3. Melalui media seperti pers, radio, televisi merupakan alat penting untuk menyebarkan informasi mengenai jasa perpustakaan. Media mampu mencapai ratusan ribu orang yang simpati dengan promosi.
  4. Melalui ceramah hal ini adalah cara yang murah untuk mempublikasi jasa informasi perpustakaan. Ceramah ini dapat diberikan kepada berbagai kelompok masyarakat. Walaupun jumlah hadirin terbatas, kesempatan ceramah harus digunakan tidak saja untuk menceritakan jasa perpustakaan melainkan juga cara memperoleh masukan dari hadirin. Masukan ini diperoleh dari hasil tanya jawab sesuai tema ceramah. Dalam ceramah, usahakan berbicara seringkas mungkin dengan menggunakan bahasa yang sederhana serta bila perlu ditunjang dengan media pandang dengar (infokus).
  5. Melalui iklan, pada dasarnya iklan disebar ditempat-tempat umum seperti shelter bis, setasiun kereta api dan bis, pompa bensin, took swalayan, dan pusat pertokoan. tempat iklan dikawasan seperti itu tidaklah murah akan tetapi efektif, oleh karna itu perlu dikelola secara professional.
  6. Brosur, merupakan publikasi cetakan dengan menggunakan kertas yang relative baik,lay-out yang disusun menarik, dengan segala potensi yang hendak dipromosikan.
  7. Prospectus ini merupakan selebaran yang kadang-kadang juga dilipat dua, didesain supaya lebih menarik dan didalamnya dicantumkan macam-macam perpustakaan dengan alamatnya, fasilitasnya dan koleksinya.
  8. Folder, adalah suatu promotion materials yang dapat dilipat-lipat, ada yang dua dan ada yang empat lipatantiap halaman dicantumkan misalnya: bangunan perpustakaan, type ruangan, fasilitas yang dimiliki dll.
  9. Leaflest, berbeda dengan folder, maka leaflest hanya berbentuk selembaran dimana dicantumkan macam-macam informasi serba ringkas tentang objek yang dipromosikan.
  10. Booklest, hamper menyerupai guide-book. Isinya lebih lengkap dari bentuk sales support lainya.pembuatanya tidak secara individu, tetapi ditanggung bersama oleh beberapa sponsor yang ikut mempromosikan produk dan servise perusahaanya.
  11. Guide-book ini lebih luas sifatnya dibandingkan dengan macam promotion material lainya.
  12. Display materials, seperti yang banyak kita lihat pada airliner office dan travel agent sebagai pajangan yang digantung atau diletakkan di meja.
C. Media yang digunakan
Ada dua bentuk media yang sering digunakan untuk media promosi, masing-masing adalah melalui media cetak (Koran, majalah, direktori, dan bentuk-bentuk terbitan lainya), dan media elektronik (radio, televisi, bioskop, dan yang lebih modern lagi media internet), kesemuanya tergantung mana yang dianggap lebih efektif, yakni tepat, dan efisien dalam biaya.
Suatu TV komersial menciptakan kesadaran bilamana iklan tersebut menyebutkan dalam siaranya nama suatu pepustakaan misalnya. Demikian pula, suatu surat kabar dapat mendorong atau memberi rangsangan calon pengguna dengan memberikan hadiah buku atau lainya kepada pengguna untuk suatu periode waktu tertentu.
Menurut Marius P. Angipora dalam bukunya Dasar-Dasar Pemasaran, pada dasarnya ada dua jenis saluran komunikasi yaitu:
1.      Saluran komunikasi pribadi, saluran ini melibatkan dua orang atau lebih yang berkomunikasi secara langsung dengan sesamanya. Komunikasi tersebut bisa bersifat tatap muka langsung, melalui telefon, melalui media televise, ataopun melalui surat atas dasar korespondensipribadi.
2.      Saluran komunikasi non pribadi, saluran ini merupakan media yang membawa pesan tanpa kontak atau umpan balik pribadi. Yang termasuk saluran komunikasi non pribadi adalah:
·         Media masa dan mediaselektif
·         Media suasana
·         Peristiwa khas
D. Target dan sasaran yang akan di capai
Secara umum target yang akan dicapai ada beberapa hal yaitu:
1. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial      
2. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit          
3. Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan   
4. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar       
5. Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing   
6. Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.
            Target utama dari promosi yang akan dilakukan oleh perusahaan / perpustakaan secara mendasar terdiri dari beberapa alternative antara lain dapat berupa:  Mengingformasikan, mempengaruhi, membujuk dan mengingatkan sasaran konsumen tentang perpustakaan dan bauran pemasaranya. Oleh karna itu secara mendalam tujuan promosi tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1.      Mengingformasikan, sbagai tujuan utama dari kegiatan promosi yang akan dilakukan adalah mengingformasikan seluruh aspek-aspek dan kepentingan organisasi perpustakaan yang berhubungan dengan user dapat dilakukan sebaik-baiknya untuk dapat diketahui secara jelas.
2.      Mempengaruhi dan membujuk pemakai / user sasaran, sebagai alternatif kedua dari tujuan promosi yang akan dilakukan oleh pustakawan adalah mempengaruhi dan membujuk pengguna sasaran agar mau mengunjungi perpustakaan yang ia kelola.
3.      Mengingatkan, sebagai alternatif terahir dari tujuan promosi yang akan dilakukan pustakawan adalah mengingatkan kembali pengguna sasar koleksi-koleksi yang di miliki perpustakaan.
Di dalam buku yang berjudul “perpustakaan sebagai jantung sekolah” juga ditulis bahwa tujuan utama promosi perpustakaaan adalah untuk meyadarkan masyarakay pengguna tentang pentingnya perpustakaan bagi pengguna. Mempromosikan perpustakaan juga tidak berbeda dengan mempromosikan sebuah produk komersial. Kalo dalam marketing kita kenal dengan istilah edukasi pasar. Maka, untuk perpustakaan pun ada yang disebut dengan user education atau pendidikan pengguna, dan cara imiah

Sasaran promosi
Sasaran-sasaran promosi ini perlu lehih lanjut perlu diterjemahkan kedalam sasaran yang lebih sepesifik dan berorientasi kepada tindakan seperti berikut ini :
1.      Sasaran penjualan
harus ditetapkan secara jelas dengan mencantumkan secara sefesifikkenaikan penjual dari produk tertentu di harapkan dari kegiatan promosi yang dilakukan, baik dalam , dolar, atau rupiah, volume penjualan, atau prosentase pasaran yang akan dijangkau.
Namun didalam penetapan sasaran penjualan sebagai konsekwensi dari sasaran promosi, hendaknya memperhatikan tiga karakteristik dasar seperti:
-          sasaran harus spesifik dan dapat diukur
-          sasaran harus dapat dicapai dalam waktu yang terbatas,
-          sasaran harus dapat di identifikasikan dengan suatu hasil yang sebenarnya.



DAFTAR PUSTAKA

Sulistyo-Basuki, 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama.
Yusuf, M Pawit. 1988. Pedoman Mencari Sumber Informasi, Bandung : Remaja Karya CV.
Rahayuningsih dkk. 2007. Pengelolaan Perpustakaan, Yogyakarta : Graha Ilmu.
Yusuf, M Pawit. 2010. Pedoman Penyelenggara Perpustakaan Sekolah, Jakarta : Kencana Prenada Media Group.
Bafadal, Ibrahim. 2011. Pengelolaan Perpustakaan Sekolah, Jakarta : Bumi Aksara.